Selasa, 16 Oktober 2012

Rindu:')

Kapan kamu pulang kesini? rindu ini telah menyiksa hati, terkadang dengan cepat gesit tak terkendali, terkadang pula menyayat perlahan namun perih.
Harus berapa lama lagi aku kian menanti? rindu ini bagiku tak bisa tertahan lagi, apalagi mengingat semua akan janji, yang belum sama sekali di sertai dengan bukti.
Haruskan aku melontar kesakitan, bagaikan seorang pecandu obat-obatan? Atau aku harus menjerit kesurupan, bagaikan seorang kemasukan setan.

Aku sadar hubungan ini membuat kita saling menahan keegoisan, apalagi buatku yang mampu menambah kedewasaan. Namun haruskah aku tersiksa? Meski aku yakin kau juga merasakan hal yang sama.
Aku sudah terlalu lelah untuk menutup mata serta telinga. Untuk menahan setiap godaan lelaki yang tampannya menurutku keajaiban serta asutan mereka yang meremehkan apa arti pentingnya di dalam setiap hubungan.

Namun perlahan aku sadar, yang ada di depanku belum tentu baik di belakangku. Mencari seseorang yang sementara selalu ada disampingku saat terpuruk memang mudah, namun mencari seseorang yang setia sangatlah sulit.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda